Berenang merupakan olahraga yang memberikan manfaat luar biasa bagi kesehatan jantung dan paru-paru, namun bagi para atlet mahasiswa yang menghabiskan waktu berjam-jam di dalam kolam, kesehatan kulit sering kali menjadi taruhannya. Salah satu keluhan yang paling umum ditemukan adalah kondisi kulit bersisik karena kaporit yang membuat permukaan kulit terasa kasar, kusam, dan gatal. Kaporit atau kalsium hipoklorit adalah zat disinfektan yang sangat efektif membunuh kuman, namun sifat kimianya yang keras dapat mengikis lapisan sebum alami kulit. Bapomi Dumai menyadari bahwa kenyamanan kulit sangat berpengaruh pada kepercayaan diri dan fokus atlet saat bertanding.
Masalah kulit bersisik ini terjadi karena proses dehidrasi seluler pada lapisan epidermis. Ketika kulit terpapar air kolam yang mengandung zat kimia dalam jangka panjang, lemak alami yang berfungsi mengunci kelembapan akan larut. Akibatnya, penghalang kulit (skin barrier) menjadi rusak, sehingga air di dalam jaringan kulit menguap lebih cepat. Bagi perenang di Dumai, kondisi ini sering diperparah oleh cuaca pesisir yang panas dan lembap, yang membuat kulit lebih rentan mengalami iritasi kronis jika tidak segera ditangani dengan prosedur perawatan yang tepat.
Mengapa Kaporit Begitu Agresif Terhadap Kulit?
Zat kimia ini bekerja dengan cara mengoksidasi protein di kulit. Selain menyebabkan kulit bersisik, paparan kaporit yang berlebihan juga dapat mengganggu keseimbangan pH alami kulit yang seharusnya sedikit asam. Saat pH kulit menjadi terlalu basa akibat air kolam, bakteri dan jamur lebih mudah berkembang biak, yang berujung pada peradangan atau eksim. Rahasia Bapomi Dumai dalam menjaga kesehatan kulit atlet mahasiswa dimulai dari pemahaman bahwa pencegahan harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah sesi latihan di kolam renang.
Gejala awal biasanya ditandai dengan kulit yang terasa kencang atau “tertarik” segera setelah mandi. Jika dibiarkan, bintik-bintik putih menyerupai sisik akan muncul, terutama di area lengan, kaki, dan punggung. Dalam beberapa kasus yang lebih parah, kulit bisa mengalami pecah-pecah yang menyakitkan saat terkena gesekan pakaian renang. Bapomi menekankan bahwa menjaga integritas kulit adalah bagian dari disiplin seorang atlet profesional, karena luka pada kulit dapat menjadi pintu masuk bagi infeksi sistemik yang lebih berbahaya.