Kota Dumai dikenal sebagai salah satu pusat industri terbesar di Sumatera, di mana mobilitas kendaraan berat dan aktivitas logistik berlangsung selama dua puluh empat jam penuh. Di tengah hiruk pikuk truk tangki dan kendaraan proyek, keselamatan di jalan raya menjadi isu yang sangat krusial bagi penduduknya, terutama bagi kalangan muda. Menyadari tingginya risiko kecelakaan di jalur-jalur utama, agenda Safety Riding Mahasiswa Dumai kini menjadi prioritas utama untuk disosialisasikan. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan cara berkendara, melainkan upaya mengubah pola pikir masyarakat agar lebih menghargai nyawa di atas aspal, mengingat jalan raya di kota industri memiliki karakteristik tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan kota biasa.
Partisipasi aktif Mahasiswa dalam gerakan ini menjadi kunci keberhasilan penyebaran informasi secara masif. Sebagai kelompok yang paling aktif menggunakan kendaraan roda dua untuk menuju kampus atau tempat aktivitas lainnya, mahasiswa memiliki kerentanan yang tinggi sekaligus potensi besar sebagai agen perubahan. Mahasiswa di Dumai diharapkan tidak hanya mampu mempraktikkan cara berkendara yang benar bagi diri mereka sendiri, tetapi juga mampu memengaruhi lingkungan keluarga dan teman sejawatnya. Melalui pendekatan yang berbasis pada data dan fakta lapangan, mahasiswa diajak untuk menganalisis titik-titik rawan kecelakaan di wilayah industri dan memahami bagaimana cara memitigasi risiko tersebut dengan perlengkapan berkendara yang sesuai standar.
Pelaksanaan sebuah Workshop yang komprehensif memberikan ruang bagi para peserta untuk berinteraksi langsung dengan pakar keselamatan transportasi dan aparat kepolisian. Di dalam sesi ini, peserta tidak hanya diberikan teori mengenai rambu-rambu lalu lintas, tetapi juga dilatih secara fisik untuk menguasai teknik pengereman mendadak, keseimbangan saat bermanuver di antara kendaraan besar, hingga cara menjaga jarak aman (blind spot) dari truk industri. Pelatihan ini sangat penting karena seringkali kecelakaan terjadi bukan karena kurangnya kemampuan mengemudi, melainkan karena kurangnya kesadaran akan keterbatasan pandangan pengemudi kendaraan berat. Dengan simulasi yang mendekati kondisi nyata, workshop ini membangun insting keselamatan yang lebih tajam bagi setiap peserta.
Peningkatan kesadaran mengenai Keselamatan di wilayah Kota Industri merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia daerah. Dumai memerlukan generasi muda yang produktif dan sehat untuk mengelola roda ekonomi di masa depan. Jika angka kecelakaan di kalangan mahasiswa terus ditekan, maka kerugian sosial dan ekonomi akibat kehilangan talenta muda dapat dihindari. BAPOMI berperan sebagai jembatan yang menghubungkan kepentingan akademik dengan realitas industri di lapangan. Harapannya, melalui edukasi yang konsisten, budaya tertib lalu lintas akan menjadi identitas baru bagi warga Dumai. Jalan raya bukan lagi menjadi tempat yang menakutkan, melainkan menjadi sarana konektivitas yang aman bagi semua pihak yang beraktivitas di dalam ekosistem industri yang dinamis ini.