Kota Dumai dikenal sebagai salah satu wilayah dengan suhu udara tertinggi di Provinsi Riau, terutama karena letaknya yang berada di pesisir dan keberadaan industri skala besar. Bagi kebanyakan orang, cuaca panas adalah alasan untuk tetap berada di dalam ruangan berpendingin udara, namun bagi para atlet mahasiswa di sana, tantangan alam ini justru menjadi sarana latihan yang sangat efektif. Aktivitas lari di lintasan pesisir telah menjadi agenda wajib yang membentuk daya tahan fisik dan mental para atlet di bawah binaan organisasi olahraga mahasiswa setempat. Mereka belajar untuk bersahabat dengan terik matahari dan kelembapan tinggi guna menciptakan keunggulan kompetitif yang jarang dimiliki oleh atlet dari daerah berhawa sejuk.
Kunci utama bagi para atlet mahasiswa untuk tetap produktif saat melakukan lari di lintasan pesisir adalah manajemen hidrasi dan aklimatisasi yang sangat ketat. Pelatih di Dumai menekankan bahwa tubuh manusia memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa jika dilatih secara bertahap. Para mahasiswa diajarkan untuk memahami ritme pengeluaran keringat dan kebutuhan elektrolit mereka. Latihan sering kali dimulai pada jam-jam di mana matahari sedang mencapai puncaknya, dengan tujuan memaksa sistem termoregulasi tubuh bekerja lebih efisien. Hasilnya, atlet Dumai memiliki toleransi panas yang sangat tinggi, sehingga saat mereka bertanding di kota lain dengan suhu normal, mereka merasa jauh lebih bugar dan tidak mudah mengalami dehidrasi atau serangan panas (heat stroke).
Selain aspek fisiologis, lari di lintasan pesisir memberikan beban tambahan berupa tiupan angin laut dan permukaan lintasan yang sering kali tidak rata karena berpasir. Kondisi ini secara alami memperkuat otot-otot penyeimbang di pergelangan kaki dan meningkatkan kekuatan inti tubuh (core strength). Mahasiswa atlet di Dumai tidak hanya berlari untuk jarak, tetapi mereka berlari melawan hambatan alam yang konstan. Ketangguhan kaki mereka yang terbentuk di pesisir menjadi senjata rahasia saat mereka harus berkompetisi di lintasan lari karet stadion yang jauh lebih empuk. Mereka merasa langkah mereka menjadi jauh lebih ringan dan cepat karena terbiasa dengan medan latihan yang jauh lebih berat di rumah sendiri.