Catur sering kali disebut sebagai miniatur peperangan di atas papan 64 petak, di mana setiap langkah awal memiliki konsekuensi yang menentukan hingga fase akhir permainan. Bagi para mahasiswa yang tergabung dalam BAPOMI Dumai, memahami fase awal atau opening bukan sekadar menghafal urutan langkah, melainkan memahami prinsip kontrol pusat dan pengembangan perwira secara efisien. Strategi dalam membangun pembukaan yang kuat adalah fondasi utama yang memungkinkan seorang pemain untuk mendapatkan posisi yang menguntungkan atau setidaknya mencapai keseimbangan sebelum memasuki fase menengah yang lebih kompleks. Di Dumai, geliat olahraga otak ini terus berkembang, menuntut setiap atlet mahasiswa untuk memiliki persiapan teoretis yang matang sebelum duduk berhadapan dengan lawan.
Prinsip dasar dari pembukaan yang solid dimulai dengan penguasaan petak-petak pusat. Dengan mengontrol pusat papan, perwira-perwira seperti gajah dan kuda akan memiliki ruang gerak yang lebih luas untuk menyerang maupun bertahan. Mahasiswa BAPOMI diajarkan untuk tidak menggerakkan buah catur yang sama dua kali pada fase awal, karena hal tersebut akan membuang waktu atau tempo yang sangat berharga. Efisiensi adalah kunci; setiap langkah harus memiliki tujuan yang jelas, baik itu untuk mengaktifkan perwira, mengamankan raja melalui rokade, atau merusak struktur bidak lawan. Di wilayah Dumai, persaingan catur antar universitas sangat ketat, sehingga kesalahan kecil di pembukaan bisa berakibat pada tekanan posisi yang sulit dilepaskan hingga akhir laga.
Selain aspek teknis, psikologi dalam pemilihan pembukaan juga memegang peranan penting. Seorang pecatur yang hebat di Dumai harus mampu memilih gaya permainan yang sesuai dengan karakter mereka, apakah itu agresif dengan melakukan pengorbanan (gambit) atau lebih memilih jalur posisional yang tenang dan solid. Mempelajari basis data permainan lawan merupakan bagian dari persiapan profesional. Dengan mengetahui kelemahan lawan pada jenis pembukaan tertentu, seorang atlet dapat mengarahkan permainan catur ke dalam situasi yang membuat lawan merasa tidak nyaman. Kemampuan adaptasi ini hanya bisa diraih melalui latihan rutin, analisis mendalam terhadap kekalahan, dan diskusi strategis bersama sesama anggota komunitas catur di lingkungan kampus.
Penting juga untuk memperhatikan transisi dari pembukaan menuju fase middlegame. Pembukaan yang kuat akan terasa sia-sia jika pemain tidak tahu bagaimana melanjutkan rencana strategisnya. BAPOMI Dumai menekankan pentingnya visi jangka panjang; setiap bidak yang dimajukan di awal harus selaras dengan rencana penyerangan atau pertahanan di langkah ke-20 atau ke-30. Kedisiplinan untuk tidak terburu-buru melakukan serangan yang tidak matang adalah bentuk kematangan mental seorang atlet. Catur melatih mahasiswa untuk berpikir logis, analitis, dan sabar—kualitas yang sangat relevan untuk mendukung keberhasilan akademik mereka di ruang kuliah maupun di dunia profesional nantinya.