Dumai Bergerak: Aksi Mahasiswa BAPOMI Galang Dana di Lampu Merah untuk Aceh

Kota Dumai sebagai salah satu gerbang ekonomi di Provinsi Riau memiliki jiwa sosial yang tidak perlu diragukan lagi. Ketika mendengar kabar duka mengenai bencana yang melanda wilayah Aceh, para mahasiswa tidak tinggal diam. Melalui inisiatif bertajuk Dumai Bergerak Aksi Mahasiswa BAPOMI Galang Dana di Lampu Merah untuk Aceh, kelompok intelektual muda ini turun ke lapangan untuk menunjukkan bahwa kepedulian bisa diwujudkan melalui aksi nyata yang kolektif. Gerakan ini merupakan wujud solidaritas tanpa batas yang menghubungkan masyarakat pesisir Riau dengan saudara-saudara mereka di ujung utara Pulau Sumatera yang tengah berjuang menghadapi masa sulit.

Pelaksanaan kegiatan yang dipelopori oleh Aksi Mahasiswa BAPOMI ini dilakukan dengan metode yang sangat merakyat namun efektif. Mereka menyadari bahwa untuk mengumpulkan dana dalam jumlah besar dalam waktu singkat, mereka harus menjemput bola ke titik-titik di mana masyarakat berkumpul. Dengan koordinasi yang matang dan izin dari pihak berwenang, para mahasiswa mulai membagi tim untuk menyebar ke berbagai lokasi strategis. Semangat mereka menjadi penggerak bagi warga Dumai lainnya untuk ikut serta menyisihkan sebagian rezeki demi meringankan penderitaan sesama manusia yang terdampak musibah.

Salah satu metode yang paling mencolok dan mendapatkan perhatian luas adalah kegiatan galang dana di lampu merah yang dilakukan oleh puluhan relawan mahasiswa. Dengan membawa kotak donasi dan poster berisi informasi mengenai kondisi terkini di daerah bencana, mahasiswa menyapa para pengguna jalan dengan sopan. Meski harus terpapar terik matahari dan debu jalanan, para atlet mahasiswa ini menunjukkan ketahanan fisik dan mental yang luar biasa. Respons masyarakat pengguna jalan sangat positif; banyak pengendara yang secara sukarela berhenti sejenak untuk memberikan bantuan, menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa masih sangat tinggi.

Target utama dari penggalangan dana ini adalah untuk memberikan kontribusi nyata untuk Aceh dalam proses rehabilitasi pasca bencana. Dana yang terkumpul dari koin dan lembaran uang di jalanan tersebut dikelola dengan sangat transparan. Mahasiswa memastikan bahwa setiap rupiah yang dititipkan oleh warga Dumai akan dikonversikan menjadi bantuan logistik yang sangat dibutuhkan, seperti bahan pangan, obat-obatan, dan kebutuhan balita. Koordinasi terus dilakukan dengan pihak-pihak terkait di Aceh agar bantuan yang dikirimkan tepat sasaran dan tidak mengalami kendala saat sampai di lokasi pengungsian yang paling membutuhkan.